Penerapan Loose part di KB PUNCAK ASRI GROGOL KEDIRI
PENERAPAN PEMBELAJARAN LOOSE PART DI KB PUNCAK ASRI
GROGOL KEDIRI
Tugas dalam rangka memenuhi UAS Mata Kuliah
Pengelolaan Pengembangan Kegiatan Anak Usia Dini
Dr. ANIK LESTARININGRUM, M.Pd
Oleh : IMA RODIAH
NPM: 17.1.01.11.0001
PRODI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
2019
Pertanyaan 1 : Mengapa Loose Part sangat cocok dalam
pembelajaran anak usia dini? (Jawaban langsung dibawahnya, menggunakan landasan teori)
a.
Metode
pembelajaran loosepart sangat membantu
pendidik dalam kegiatan pembalajaran di paud, karena di sini kita memberikan
kesempatan kepada anak didik untuk belajar berimajinasi dan menuangkan seluruh
kreativitas yang mereka miliki, karena di sini kita memberi kesempatan kepada
mereka untuk bebas berkreasi. Dikarenakan Loose part merupakan media bahan ajar yang
kegunaannya dalam pembelajaran anak tidak pernah ada habisnya.
(Wyse,
2004; Mc Clintic, 2014; Daly dan Beloglovsky, 2015; Houser et al. 2016; Gibson et
al. 2017
b. Tujuan Pembelajaran dengan bahan
ajar Loose Parts
- Anak anak akan menjadi kreatif dengan adanya prinsip penggunaan bahan ajar loose parts, mereka bebas berkreasi membongkar pasang bahan ajar sesuai dengan imajinasi mereka
- Anak-anak akan belajar menghargai bahan-bahan atau benda-benda di sekeliling mereka, seperti bahan loose parts alam.
- Anak-anak juga akan dapat ikut memelihara lingkungan ketika mereka memahamai bahwa barang-barang bekas dapat didaur ulang dan dijadikan sebagai bahan untuk bermain dan berkativitas merakitnya menjadi barang yang berguna.
- Akan mengembangkan sikap ekonomis anak.
c.
Manfaat Loose Parts
1. Meningkatkan tingkat permainan
kreatif dan imajinatif anak
2. Meningkatkan sikap kooperatif dan
sosialisasi anak
3. Anak menjadi lebih aktif secara
fisik
4. Mendorong kemampuan komunikasi
dan negosiasi terutama ketika dilakukan di ruang terbuka.
5. Memberikan pengalaman bermain
yang kaya akan kualitas, memungkinkan anak-anak untuk sepenuhnya terlibat,
serta menginspirasi kemampuan kreativitas mereka).
6. Lebih hemat, karena murah dan
mudah di dapat.
7. Menjadi lebih menarik dari waktu
ke waktu, seiring dengan meningkatnya keterampilan anak-anak, karena dapat di
desain ulang setiap hari.
Pertanyaan 2: Bagaimana desain penerapan Loose Part di sekolah anda? (lengkapi
dengan foto hasil penerapan di sekolah beserta langkah-langkah penerapan
lengkap dengan tema/sub tema serta materi
pembelajaran yang digunakan saat itu.
tema : Tanaman
sub tema : membuat mainan dari bahan-bahan tanaman
a.
Mengucapkan rasa syukur terhadap Tuhan (NAM1.2)
b.
Menggunakan
anggota tubuh untuk pengembangan motorik halus (FM 3.3-4.3)
c.
Mengenal
lingkungan alam dan menghasilkan berbagai karya yang berhubungan dengan lingkugan
alam (Kognitif 3.8-4.8)
d.
Sabar
menunggu giliran (SOSEM 2.7)
e.
Mengucapkan
kalimat pendek untuk berinteraksi dengan teman (BAHASA 3.11-4.11)
f.
Membuat
hasil karya (Seni 3.15-4.15)
Pertanyaan 3: Bagaminan kendala saudara
ketika menerapkan pembelajaran menggunakan Loose
Part di sekolah anda?
a. Awal nya anak-anak bingung dengan kegiatan
pembelajaran seperti ini karena mereka tidak memahami apa maksud dari bahan
bahan yang sudah di sediakan oleh guru.
b. anak-anak saling
berebut dengan benda-benda yang di sediakan oleh guru karena ada beberapa yang
tidak menarik minat anak untuk membuat kreativitasnya.
c. terkadang apa yang
di inginkan tidak tercapai, namun di sini guru membantu anak didik supaya
menyelesaikan tugas nya dengan baik.
d. suka meniru apa
yang sudah di buat oleh teman-teman nya, jadi daya fikir dan imajinasi nya
belum keluar dan belum begitu menguasai.
Daftar Referensi: https://buhrin.gurusiana.id/article/2019/10/pembelajaran-berbasis-konten-steam-dan-loose-part-1729039











Komentar
Posting Komentar